Pagi yang cerah menyelimuti perasaan hati yang
sungguh indah,hembusan angin yang begitu tenang dengan beribu kicauan burung menemani
hari seorang pemuda yang mencari jati diri,seorang pemuda yang memulai perjalan
hidup yang cukup sulit mulai berubah dari masa kecil yang begitu indah yang
kini berubah menjadi perjuangan hidupnya untuk memulai kehidupan yang
lebih,dialah Mada siswa yang di kenal oleh semua warga madrasah karena dia
aktivis di sekolahnya.Hari ini adalah hari dimana Mada harus menjadi kakak bagi
adik-adik kelasnya yang baru,seperti biasanya Mada dengan sifat cueknya
mengajar dan memperkenalkan Madrasah yang di cintainya.Disaat pulang sekolah
tiba-tiba ada seorang adik kelas yang menghampirinya.
"Assalamua'alaikum Kak".
"Waa'alaikumsalam Dek,ada
apa?".
"Gak ada apa apa kak,cuma
pengen manggil kakak aja, boleh tanya kak???".
"Boleh,mau tanya apa??".
"Mau
tanya tentang kakak,Kakak di Kelas apa sih??,khug gak pernah lihat kakak".
"Ouwh,Kakak
di kelas IX B dek,masa' adek gak pernah ketemu kakak??".
"Jarang banget kak", Bel
tanda masuk pun berbunyi.
"Sudah bel tu,kapan kapan di
lanjutin lagi ya,wasalamualaikum".
"ok kak,waalaikum salam".
Di hari juma’at dimana extra pramuka di laksanakan,Mada pun seperti hari-hari biasanya,dia pun berjalan dan tanpa sengaja mada menabrak seseorang,
Di hari juma’at dimana extra pramuka di laksanakan,Mada pun seperti hari-hari biasanya,dia pun berjalan dan tanpa sengaja mada menabrak seseorang,
“Maaf…maaf…saya tak sengaja,,,,”, pinta
maaf Mada.
“Maaf..Maaf…sakit tau,kamu siapa???”,
bentaknya.
“Aku Mada,Adek Siapa????”.
“Hahhhh…Kak Mada…!!!!!”, Dia pun
lantas lari bersipu malu
“Hey,,,,” Teriak Mada.
Mada pun bertanya kepada adek-adek
yang di sekitarnya,
“tadi siapa dek,yang kakak tabrak??”.
“ouwh,itu tadi aida kak anak kelas 7 A”.
“ouwh,itu tadi aida kak anak kelas 7 A”.
“ouwhh,terima kasih dek”.
“iya kak,sama-sama”.
Ketika pulang ke pondoknya,Mada pun
mulai penasaran akan wajah seorang cewek yang dia tabrak sore itu,sampai sampai
wajahnya terbawa mimpi. Dia mulai ingin mencari siapakah aida itu,pagi itu ketika
dia berjalan di kelas 7 A memberanikan diri bertanya dengan siswi yang berada
di depan kelas itu,
“Eh,boleh Tanya,kamu kenal dengan
aida???”
Aida pun menengok ke arah Mada,Aida
terkejut
“Ada apa kak,mencari aida???”
“Cuma pengen tau aja,siapa sih aida
itu???”
“Aida itu kak…,maaf ya kak,kemarin
aku yang salah”
“Gak khug kakak yang salah,Ya udah
kalau gitu,salam kenal ya”
“Iya kak,salam kenal juga”,hati aida
pun terasa bahagia.
Waktu demi waktu mereka mulai dekat
dan akhirnya mada pun mulai mendekati aida,saat di perpustakaan mada tak
sengaja bertemu dengan aida,
“Adek,lagi apa disini???”
“Lagi baca buku kak..,lha kakak Lagi
apa?”
“Lagi ngapain yahhh,lagi ngerjain
tugas niecch”
“ouwwwhhh,,,,”
“ngomong-ngomong,kakak boleh mints
numb. Hpnya adek gak…??”
“Buat apa kak???”
“Buat apa y enaknya,buat hiasan
dinding”gurau mada
“alah kakak nicchh,buat apa sich”
“buat teman smsan ajh deccchh”
“gimana yaaa…..beri atau tidak yaaa”
“ayolah…Boleh yaaa”
“iya dech.. ini numb. Hpku,catat ya.
+6285791465789”
“ok,terima kasih ya dek,kakak mau
kembali ke kelas dulu,”
“okey dech”
Di malam sunyi mada pun terdiam
merenung dengan perasaannya hanya sebuah lagu Republik-Aku dan Perasaan
ini,tetes demi tetes air mata pun keluar dari mata mada,”Tuhan apakah ini yang
di namakan pertanda cinta atau hanya nafsu belaka”,tangan mada pun mulai
menyentuh butiran-butiran huruf pada handphonenya,”assalamua’laikum” pesan
singkat yang di kirimkan oleh mada kepada aida,namun dalam hati mada pun masih
tak ingin mengungkapakan perasaan yang ada dalam hatinya.Terdengar suara
ringtone sms dan mada mulai membukanya dan ternyata pesan tersebbut dari aida
“waa’laikumsalam,siapa ya??”,Mada pun bingung antara mebalas sms aida atau
tidak,karena di batin mada masih sedih karena masa lalunya,akhirnya mada
mematikan hpnya. Namun dua minggu kemudian mada mulai berani mengirim dan smsan
sama aida,tanda tanda asmara pun mulai terlihat antara mada dan aida, dengan
memberanikan diri akhirnya mada mencoba untuk mulai mendekati adik kelasnya
yang di anggapnya pantas untuk di sayangi dengan lebih,saat mada melaksanakan
try out pertama tanpa di ketahuinya malam harinya mada mendapatkan pesan
singkat "Kakak belajar yang rajin ya" "ya,ini Siapa??" blas
mada "aku aida kak" "Ouwh ternyata kamu thow dek,ya dek terima
kasih ya dek" "ya kak,selamat berjuang",Mulai saat itu hati mada
merasa deg deg kan ketika dekat maupun jauh "Apakah ini yang di namakan
cinta" ungkap mada dalam hatinya,Waktu berlalu akhirnya pengumuman pun di
laksanakan mada pun cukup puas dengan apa yang telah di dapatkannya, dan aida
pun juga senang.Esok harinya aida bertemu dengan mada
"wahh,selamat ya kak"
"iya dek,terima kasih atas
ucapannya"
"ya kak,"
"Kini saatnya kita mulai belajar
sungguh-sungguh adek kan mau hadapi US sedangkan kakak UN"
"ok dech kak,tpi kak!!!!"
"apalagi thow dek"
"kak boleh minta nomor Hp nya
kak Rizal"
"Boleh,tapi buat apa?"
"Rahasia dong kak,boleh ya
kak"
"ya dech,nie
+6285607121284"
"terima kasih kak"
"iya sama-sama".
Setelah pertemuan itu Mada pun mulai merenung atas apa yang Aida katakan,perasaan cemburu di rasakan namun mada berfikir buat apa sihh perasaan ini namun mada hanya bias merenung tersipu dengan apa yang terjadi.Dua bulan kemudian tanpa di sangka Aida sudah jadian dengan sahabatnya yaitu Rizal,tanpa disadari tetesan demi tetesan air mata keluar dari kelopak matanya tak tau mengapa mada begitu sedih kehilangan seseorang yang telah dia sayangi,akhirnya mada mencoba bersabar dan lapang dada.Mada pun sudah mulai memahami perasaan Aida yang sudah bersama sahabatnya,walau Mada merasa tersakiti ketika melihat mereka berdua bersama,Mada pun akhirnya hanya bisa menangis di balik senyum dan canda,tawanya.
Waktu demi waktu akhirnya tiba pengumuman kelulusan di sekolah Mada,kebahagiaan pun terlihat dari kedua sorot matanya namun Mada masih merasa sedih meninggalkan adik kelas yang dia sayangi,walau begitu Mada sadar siapa dirinya yang tidak berarti untuk Aida yang dia sayangi,walaupun terjadi perpisahan dengan aida pun sungguh sulit untuk dibayangkan,akhirnya mada pun mengungkapkan perasaan sayang nya ke aida dengan melalui pesan singkat
"Maafkan aku dek,mungkin aku jarang sms karena aku takut ganggu hubungan adek,kini kakak mau jujur,dari awal kakak memang sudah menyukai adek tapi kakak cuma diam karena kakak gak pengen mengganggu belajar adek,kakak juga terlukai ketika adek jadian sama sahabatku,tapi kakak rela khug karena itu membuat adik bahagia".walau hati Mada terluka dia mencoba tabah,tiba-tiba terdengar suara nada dering dari handphone Mada,dia pun membuka pesan singkat tersebut
Setelah pertemuan itu Mada pun mulai merenung atas apa yang Aida katakan,perasaan cemburu di rasakan namun mada berfikir buat apa sihh perasaan ini namun mada hanya bias merenung tersipu dengan apa yang terjadi.Dua bulan kemudian tanpa di sangka Aida sudah jadian dengan sahabatnya yaitu Rizal,tanpa disadari tetesan demi tetesan air mata keluar dari kelopak matanya tak tau mengapa mada begitu sedih kehilangan seseorang yang telah dia sayangi,akhirnya mada mencoba bersabar dan lapang dada.Mada pun sudah mulai memahami perasaan Aida yang sudah bersama sahabatnya,walau Mada merasa tersakiti ketika melihat mereka berdua bersama,Mada pun akhirnya hanya bisa menangis di balik senyum dan canda,tawanya.
Waktu demi waktu akhirnya tiba pengumuman kelulusan di sekolah Mada,kebahagiaan pun terlihat dari kedua sorot matanya namun Mada masih merasa sedih meninggalkan adik kelas yang dia sayangi,walau begitu Mada sadar siapa dirinya yang tidak berarti untuk Aida yang dia sayangi,walaupun terjadi perpisahan dengan aida pun sungguh sulit untuk dibayangkan,akhirnya mada pun mengungkapkan perasaan sayang nya ke aida dengan melalui pesan singkat
"Maafkan aku dek,mungkin aku jarang sms karena aku takut ganggu hubungan adek,kini kakak mau jujur,dari awal kakak memang sudah menyukai adek tapi kakak cuma diam karena kakak gak pengen mengganggu belajar adek,kakak juga terlukai ketika adek jadian sama sahabatku,tapi kakak rela khug karena itu membuat adik bahagia".walau hati Mada terluka dia mencoba tabah,tiba-tiba terdengar suara nada dering dari handphone Mada,dia pun membuka pesan singkat tersebut
"Kenapa kak,kenapa kakak tega
dengan adek,kenapa tidak dari dulu,kaka jahtt……" balas aida
Satu bulan setelah pengumuman mada pun kembali ke sekolahnya untuk mengambil berkas-berkas dan hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun,Mada pun menanti waktu yang tepat untuk memberikan kado terakhirnya untuk adek yang pernah membuat hidupnya bahagia,ketika pulang sekolah mada telah menunggu akhirnya Mada bertemu Aida
Satu bulan setelah pengumuman mada pun kembali ke sekolahnya untuk mengambil berkas-berkas dan hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun,Mada pun menanti waktu yang tepat untuk memberikan kado terakhirnya untuk adek yang pernah membuat hidupnya bahagia,ketika pulang sekolah mada telah menunggu akhirnya Mada bertemu Aida
“Assalamua’laikum adek..”
“Waa’laikumsalam..Ini siapa Yaa???”
“Selamat ulang tahun ya adek,ini ada
hadiah kecil dari kakak”
“Terima kasih,tapi kakak
siapa…???”,mada pun langsung meninggalkan aida begitu saja,aida pun membuka
sepucuk surat yang Mada berikan
Adek Aida yang ku sayang
Semoga apa yang kakak berikan ini berarti buat
adek,Belajar yang rajin ya,jangan lupa ibadahnya juga
Semua telah terukir di hati
kakak,indah sekali ketika pertama kakak bertemu akhirnya,namun pada akhirnya
kita harus berpisah.
Selamat tinggal adek By
Kak Mada
Aida pun lantas berlari mengejarnya
“Kakak jangan tinggalin adek kak,,,”
"maaf dek kakak sekarang harus
pergi dan menjauh dari adek,maafin kakak ya" jawab mada
"kakak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!,jangan pergi,maafin adk" mohon aida ke mada
"maaf dek,kakak harus pergi,adik khan sudah punya orang lain,kakak sayang khug dek"
"tapi kak,kakak jangan gitu ,aku juga sayang kakak,"
"kakak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!,jangan pergi,maafin adk" mohon aida ke mada
"maaf dek,kakak harus pergi,adik khan sudah punya orang lain,kakak sayang khug dek"
"tapi kak,kakak jangan gitu ,aku juga sayang kakak,"
Semua sudah terlanjur akhirnya Mada pergi meninggalkan Aida,luka yang di rasakan mada pun berubah menjadi kebahagiaan yang menjadi kado terindah buatnya.
The
End
Like,,
BalasHapushemmmmmmb
BalasHapusoke oke,,, lnjutkan,,!!
BalasHapusok
BalasHapus