Minggu, 27 Oktober 2013

Sebuah Kado Yang Indah




             Pagi yang cerah menyelimuti perasaan hati yang sungguh indah,hembusan angin yang begitu tenang dengan beribu kicauan burung menemani hari seorang pemuda yang mencari jati diri,seorang pemuda yang memulai perjalan hidup yang cukup sulit mulai berubah dari masa kecil yang begitu indah yang kini berubah menjadi perjuangan hidupnya untuk memulai kehidupan yang lebih,dialah Mada siswa yang di kenal oleh semua warga madrasah karena dia aktivis di sekolahnya.Hari ini adalah hari dimana Mada harus menjadi kakak bagi adik-adik kelasnya yang baru,seperti biasanya Mada dengan sifat cueknya mengajar dan memperkenalkan Madrasah yang di cintainya.Disaat pulang sekolah tiba-tiba ada seorang adik kelas yang menghampirinya.
           
"Assalamua'alaikum Kak".
"Waa'alaikumsalam Dek,ada apa?".
"Gak ada apa apa kak,cuma pengen manggil kakak aja, boleh tanya kak???".
"Boleh,mau tanya apa??".
           "Mau tanya tentang kakak,Kakak di Kelas apa sih??,khug gak pernah lihat kakak". 
            "Ouwh,Kakak di kelas IX B dek,masa' adek gak pernah ketemu kakak??".
"Jarang banget kak", Bel tanda masuk pun berbunyi.
"Sudah bel tu,kapan kapan di lanjutin lagi ya,wasalamualaikum".
"ok kak,waalaikum salam".
            Di hari juma’at dimana extra pramuka di laksanakan,Mada pun seperti hari-hari             biasanya,dia pun berjalan dan tanpa sengaja mada menabrak seseorang,
“Maaf…maaf…saya tak sengaja,,,,”, pinta maaf Mada.
“Maaf..Maaf…sakit tau,kamu siapa???”, bentaknya.
“Aku Mada,Adek Siapa????”.
“Hahhhh…Kak Mada…!!!!!”, Dia pun lantas lari bersipu malu
“Hey,,,,” Teriak Mada.
Mada pun bertanya kepada adek-adek yang di sekitarnya,
“tadi siapa dek,yang kakak tabrak??”.
            “ouwh,itu tadi aida kak anak kelas 7 A”.
“ouwhh,terima kasih dek”.
“iya kak,sama-sama”.

Ketika pulang ke pondoknya,Mada pun mulai penasaran akan wajah seorang cewek yang dia tabrak sore itu,sampai sampai wajahnya terbawa mimpi. Dia mulai ingin mencari siapakah aida itu,pagi itu ketika dia berjalan di kelas 7 A memberanikan diri bertanya dengan siswi yang berada di depan kelas itu,
“Eh,boleh Tanya,kamu kenal dengan aida???”
Aida pun menengok ke arah Mada,Aida terkejut
“Ada apa kak,mencari aida???”
“Cuma pengen tau aja,siapa sih aida itu???”
“Aida itu kak…,maaf ya kak,kemarin aku yang salah”
“Gak khug kakak yang salah,Ya udah kalau gitu,salam kenal ya”
“Iya kak,salam kenal juga”,hati aida pun terasa bahagia.

Waktu demi waktu mereka mulai dekat dan akhirnya mada pun mulai mendekati aida,saat di perpustakaan mada tak sengaja bertemu dengan aida,
“Adek,lagi apa disini???”
“Lagi baca buku kak..,lha kakak Lagi apa?”
“Lagi ngapain yahhh,lagi ngerjain tugas niecch”
“ouwwwhhh,,,,”
“ngomong-ngomong,kakak boleh mints numb. Hpnya adek gak…??”
“Buat apa kak???”
“Buat apa y enaknya,buat hiasan dinding”gurau mada
“alah kakak nicchh,buat apa sich”
“buat teman smsan ajh deccchh”
“gimana yaaa…..beri atau tidak yaaa”
“ayolah…Boleh yaaa”
“iya dech.. ini numb. Hpku,catat ya. +6285791465789”
“ok,terima kasih ya dek,kakak mau kembali ke kelas dulu,”
“okey dech”

Di malam sunyi mada pun terdiam merenung dengan perasaannya hanya sebuah lagu Republik-Aku dan Perasaan ini,tetes demi tetes air mata pun keluar dari mata mada,”Tuhan apakah ini yang di namakan pertanda cinta atau hanya nafsu belaka”,tangan mada pun mulai menyentuh butiran-butiran huruf pada handphonenya,”assalamua’laikum” pesan singkat yang di kirimkan oleh mada kepada aida,namun dalam hati mada pun masih tak ingin mengungkapakan perasaan yang ada dalam hatinya.Terdengar suara ringtone sms dan mada mulai membukanya dan ternyata pesan tersebbut dari aida “waa’laikumsalam,siapa ya??”,Mada pun bingung antara mebalas sms aida atau tidak,karena di batin mada masih sedih karena masa lalunya,akhirnya mada mematikan hpnya. Namun dua minggu kemudian mada mulai berani mengirim dan smsan sama aida,tanda tanda asmara pun mulai terlihat antara mada dan aida, dengan memberanikan diri akhirnya mada mencoba untuk mulai mendekati adik kelasnya yang di anggapnya pantas untuk di sayangi dengan lebih,saat mada melaksanakan try out pertama tanpa di ketahuinya malam harinya mada mendapatkan pesan singkat "Kakak belajar yang rajin ya" "ya,ini Siapa??" blas mada "aku aida kak" "Ouwh ternyata kamu thow dek,ya dek terima kasih ya dek" "ya kak,selamat berjuang",Mulai saat itu hati mada merasa deg deg kan ketika dekat maupun jauh "Apakah ini yang di namakan cinta" ungkap mada dalam hatinya,Waktu berlalu akhirnya pengumuman pun di laksanakan mada pun cukup puas dengan apa yang telah di dapatkannya, dan aida pun juga senang.Esok harinya aida bertemu dengan mada
"wahh,selamat ya kak"
"iya dek,terima kasih atas ucapannya" 
 "ya kak,"
           "Kini saatnya kita mulai belajar sungguh-sungguh adek kan mau hadapi US sedangkan kakak UN"
 "ok dech kak,tpi kak!!!!"
 "apalagi thow dek"
"kak boleh minta nomor Hp nya kak Rizal"
"Boleh,tapi buat apa?"
"Rahasia dong kak,boleh ya kak"
"ya dech,nie +6285607121284"
"terima kasih kak"
"iya sama-sama".
            Setelah pertemuan itu Mada pun mulai merenung atas apa yang Aida katakan,perasaan cemburu di rasakan namun mada berfikir buat apa sihh perasaan ini namun mada hanya bias merenung tersipu dengan apa yang terjadi.Dua bulan kemudian tanpa di sangka Aida sudah jadian dengan sahabatnya yaitu Rizal,tanpa disadari tetesan demi tetesan air mata keluar dari kelopak matanya tak tau mengapa mada begitu sedih kehilangan seseorang yang telah dia sayangi,akhirnya mada mencoba bersabar dan lapang dada.Mada pun sudah mulai memahami perasaan Aida yang sudah bersama sahabatnya,walau Mada merasa tersakiti ketika melihat mereka berdua bersama,Mada pun akhirnya hanya bisa menangis di balik senyum dan canda,tawanya.
            Waktu demi waktu akhirnya tiba pengumuman kelulusan di sekolah Mada,kebahagiaan pun terlihat dari kedua sorot matanya namun Mada masih merasa sedih meninggalkan adik kelas yang dia sayangi,walau begitu Mada sadar siapa dirinya yang tidak berarti untuk Aida yang dia sayangi,walaupun terjadi perpisahan dengan aida pun sungguh sulit untuk dibayangkan,akhirnya mada pun mengungkapkan perasaan sayang nya ke aida dengan melalui pesan singkat
   "Maafkan aku dek,mungkin aku jarang sms karena aku takut ganggu hubungan adek,kini kakak mau jujur,dari awal kakak memang sudah menyukai adek tapi kakak cuma diam karena kakak gak pengen mengganggu belajar adek,kakak juga terlukai ketika adek jadian sama sahabatku,tapi kakak rela khug karena itu membuat adik bahagia".walau hati Mada terluka dia mencoba tabah,tiba-tiba terdengar suara nada dering dari handphone Mada,dia pun membuka pesan singkat tersebut
"Kenapa kak,kenapa kakak tega dengan adek,kenapa tidak dari dulu,kaka jahtt……" balas aida
            Satu bulan setelah pengumuman mada pun kembali ke sekolahnya untuk mengambil berkas-berkas dan hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun,Mada pun menanti waktu yang tepat untuk memberikan kado terakhirnya untuk adek yang pernah membuat hidupnya bahagia,ketika pulang sekolah mada telah menunggu akhirnya Mada bertemu Aida
“Assalamua’laikum adek..”
“Waa’laikumsalam..Ini siapa Yaa???”
“Selamat ulang tahun ya adek,ini ada hadiah kecil dari kakak”
“Terima kasih,tapi kakak siapa…???”,mada pun langsung meninggalkan aida begitu saja,aida pun membuka sepucuk surat yang Mada berikan


Adek Aida yang ku sayang
 Semoga apa yang kakak berikan ini berarti buat adek,Belajar yang rajin ya,jangan lupa ibadahnya juga
Semua telah terukir di hati kakak,indah sekali ketika pertama kakak bertemu akhirnya,namun pada akhirnya kita harus berpisah.
Selamat tinggal adek                                                                                                                                                                                                                      By 
                                                                                                                      
                                                                                                                      Kak Mada                            



Aida pun lantas berlari mengejarnya
“Kakak jangan tinggalin adek kak,,,”
"maaf dek kakak sekarang harus pergi dan menjauh dari adek,maafin kakak ya" jawab                          mada
            "kakak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!,jangan pergi,maafin adk" mohon aida ke mada
            "maaf dek,kakak harus pergi,adik khan sudah punya orang lain,kakak sayang khug dek"
            "tapi kak,kakak jangan gitu ,aku juga sayang kakak,"






Semua sudah terlanjur akhirnya Mada pergi meninggalkan Aida,luka yang di rasakan mada pun berubah menjadi kebahagiaan yang menjadi kado terindah buatnya.





The End

4 komentar: